Hukum Ibadah Umrah Wajib atau Sunnah Menurut Para Ulama

ibadah umrah sunnah

Bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam, istilah haji dan umroh sudah tak asing lagi, bahkan menjadi impian bagi setiap orang, namun dalam pelaksanaanya membutuhkan persiapan yang lebih yakni dari segi materi dan fisik yang harus di persiapkan dalam ibadah yang pergi ke Tanah Suci Mekkah.

Umrah diwajibkan oleh setiap muslim dengan mengerjakannya 1 kali seumur hidup, namun dengan mengerjakan umrah lebih dari satu kali pun disukai, terlebih bila dilakukan pada saat bulan ramadhan.

Mengenai hukum umrah ada terdapat perbedaan pendapat menurut pendapat ulama yakni sebagai berikut :

Pendapat Hukum Umrah, Sunnah atau Wajib?

1. Pendapat Pertama

Menyebutkan bahwa menjalankan ibadah umrah merupakan Sunnah Mu’akkadah menurut ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Abu Hanifah, Ibnu Mas’ud, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad, Abu Tsaur serta dari kalangan mazhab Zaidiyah.

Dalil – dalil yang dijadikan dasar bahwa umrah merupakan Sunnah Mu’akkadah adalah pendapat dari sabda Rasululloh SAW saat ditanya tentang Hukum Melaksanakan Ibadah Umrah, yang kemudian dijawab, “Tidak, Namun jika kalian umrah, maka itu lebih baik.” dan berdasarkan sabda Rasulullah SAW yaitu:”Haji adalah jihad, sementara umrah hanya tathawwu”, selain itu, melihat pelaksanaan umrah yang tidak ditentukan jangka waktunya menjadikan dasar bahwa Ibadah Umrah Sunnah.

2. Pendapat Kedua

Menyebutkan bahwa pendapat ini dianut oleh Imam Asy-Syafi’i menurut versi yang paling sahih di antara kedua pendapatnya, Imam Ahmad menurut versi lain, Ibnu Hazm, sebagian ulama mazhab Maliki, kalangan mazhab Imamiyyah, Asy-Sya’bi, dan Ats-Tsauri.

Kebanyakan para ulama dari kalangan sahabat dan yang lainnya juga memiliki pendapat seperti ini serta mereka bersepakat bahwa pelaksanaan ibadah umrah hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup seperti halnya ibadah haji.

3. Pendapat Ketiga

Menyebutkan bahwa dalam hal ini umrah merupakan ibadah wajib bagi yang mampu dengan dilakukan sekali seumur hidup, sementara yang berpendapat bahwa umrah merupakan ibadah sunnah dalilnya dianggap lemah sehingga tidak dapat dijadikan hujjah.

Jadi untuk orang yang mampu, dalam sekali seumur hidup sangat dianjurkan supaya berusaha untuk menunaikan ibadah umrah, ibadah ‘umrah bisa langsung ditunaikan saat melaksanakan ibadah haji dengan cara melaksanakan haji secara qiran atau tamattu karena dalam haji qiran dan tamattu’ sudah terdapat umrah di dalamnya sehingga keutamaannya bisa dapat disejajarkan dengan ibadah haji yang merupakan rukun Islam dan ibadah wajib bagi orang yang mampu.

Baca juga : Cara Berangkat Umrah Sendiri Tanpa Travel dengan Harga Terjangkau

Ibadah Umrah Wajib atau Sunnah

Itulah hukum – hukum ibadah umrah menurut pendapat ulama semoga dapat membantu Anda mengetahui lebih dalam tentang hukum ibadah umrah.